Nasi uduk palagan berfokus mengangkat masakan tradisional di Yogyakarta
Risiko Usaha:
• Risiko Ekspasnsi Usaha
Melihat bisnis NUP yang telah cukup kuat di wilayah Yogyakarta, Perusahaan berencana akan membuka cabang baru di luar wilayah Yogyakarta, yaitu Magelang. Ekspansi bisnis ini dilakukan sebagai upaya NUP yang nantinya akan berwujud pada peningkatan kekuatan brand bisnis dan keuntungan. Di sisi lain, ekspansi bisnis ini juga memiliki risiko kegagalan, risiko ini bisa timbul salah satunya karena pasar di daerah baru belum terbentuk. Pemilihan lokasi baru di Magelang melalui pertimbangan yang matang dimana lokasi berada di jalur utama yang strategis dikelilingi area Restoran dan Mall. Dengan penempatan lokasi ini diharapkan pasar dapat lebih mudah teredukasi.
• Risiko Persaingan Usaha
Kekuatan brand, lokasi, variasi menu, kenyamanan tempat, fasilitas, hingga program diskon atau promosi merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi customer untuk melakukan pilihan pembelian. Persaingan usaha restoran tidak hanya datang dari pemain eksisting. Namun, juga dari pesaing baru dengan model bisnis yang lebih modern. Pemilihan lokasi usaha baru di Magelang yang strategis, dekat dengan Artos Mall Magelang memungkinkan tingginya traffic untuk mendapatkan perhatian warga Magelang. Walaupun dekat dengan Mall, manajemen cukup percaya diri mengingat restoran memiliki karakter bisnis yang kuat.
• Risiko Kelangsungan Usaha
Tempat usaha eksisting saat ini merupakan milik sendiri, adapun cabang baru yang akan dibuka nantinya dengan mekanisme sewa. Sebagai awal menjaga kelangsungan usaha di tempat baru, manajemen berstrategi untuk melakukan kontrak sewa jangka panjang (5 tahun). Kedepan perusahaan juga berkomitmen untuk melakukan penyisihan atas sewa tempat, sehingga diharapkan perusahaan tidak mengalami kesulitan cash flow dalam melakukan perpanjangan masa sewa tempat usaha atau menyewa tempat usaha baru (jika harus pindah lokasi).
• Risiko Force Majeure
Force Majeure merupakan keadaan memaksa dikarenakan kejadian yang berada di luar kuasa pihak yang bersangkutan, kondisi force majeure misalnya karena gempa bumi, tanah longsor, epidemik, kerusuhan, perang, dan sebagainya. Dalam hal ini, peristiwa force majeure yang sedang dihadapi seluruh dunia adalah pandemic Covid-19. Dengan kekuatan penjualan utama berada di sajian dine-in / makan di tempat, risiko ini memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kondisi penjualan dan operasional perusahaan.
Terdapat pengaruhnya risiko ini pada penurunan omset dan tidak maksimalnya operasional outlet yang sedang terjadi saat ini dan beberapa bulan kedepan, manajemen memiliki strategi dengan upaya untuk melakukan promo penjualan online baik catering, delivery order dan Ojek Online. Selain itu, NUP juga menyediakan layanan masakan “ready to cook” yang memudahkan pembeli di rumah untuk menyantap sajian yang sama dengan sajian di restoran NUP. Diharapkan dengan strategi pemasaran dan promo ini ini, pasar akan tetap terjaga.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.