PT Dimsum Jagoan Indonesia adalah perusahaan FnB yang menjual dimsum
Risiko Usaha:
• Risiko Ekspansi Usaha
Ekspansi bisnis yang kami lakukan tentu bertujuan untuk meningkatkan laba serta brand value dari Dimsuming. Namun dibalik itu kami menyadari adanya risiko kegagalan termasuk di dalamnya termasuk kegagalan membaca market di lokasi yang baru. Namun, risiko ini kami anggap sebagai sebuah tantangan kedepannya. Dengan pengalaman dan kesiapan personil yang kami miliki untuk menjalankan outlet eksisting dan yang baru kami yakin mampu menembus pasar baru. Pemilihan lokasi baru kami di Radio Dalam didasari atas pertimbangan yang sangat matang, terletak di jalur kuliner yang dikelilingi area perumahan, rumah sakit dan pendidikan.
• Risiko Persaingan Usaha
Munculnya kompetitor dengan konsep dan sajian sejenis yang melihat perkembangan market dimsum tentu tidak dapat dihindari. Dalam dunia kuliner persaingan usaha merupakan sesuatu yang sangat lumrah terjadi. Kekuatan brand yang didukung oleh pemilihan lokasi yang tepat, dan kreasi sajian yang autentik dan marketing yang baik merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi customer untuk melakukan pilihan pembelian. Hal tersebut telah disadari oleh management Dimsuming sejak awal berdiri hingga saat ini, management terus terus berupaya untuk menjaga dan meningkatkan brand value untuk memenangkan persaingan usaha.
• Risiko Kelangsungan Usaha
Mengingat outlet eksisting dan rencana pembukaan outlet baru menggunakan mekanisme sewa. Maka terdapat risiko kelangsungan usaha jika masa sewa telah berakhir. Untuk meminimalisir risiko tersebut, perusahaan berkomitmen melakukan pencadangan biaya sewa sehingga diharapkan tidak terlalu mempengaruhi cashflow dari perusahaan pada saat jatuh tempo sewa. Selain itu, perusahaan juga berupaya untuk menjalin kerjasama dengan pemilik sewa dalam jangka panjang dan berkomitmen untuk mempersiapkan plan B atau alternatif tempat usaha lain untuk mengantisipasi jika sewa tempat eksisting tidak dapat diperpanjang.
• Risiko Force Majeure
Keadaan Force Majeure yang terjadi saat ini adalah pandemi Covid-19 yang bukan hanya dihadapi di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Sedikit banyak hal ini berpengaruh ke perusahaan dan perekonomian secara umum. Himbauan Pemerintah untuk social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khususnya di Jakarta menyebabkan outlet kami tidak dapat menerima customer dine-in. Namun disisi lain, hal ini menuntut kami untuk berinovasi dan berkreasi lebih jauh dengan penjualan produk frozen food dimsum dan take away.
Dimsuming mulai menyediakan produk frozen dimsum sejak tahun 2018 dan mendapat tanggapan yang antusias dari penikmat dimsum. Dengan adanya pandemi Covid-19 ini dan kapasitas produksi yang sudah mumpuni, manajemen melakukan strategi pemasaran frozen dimsum melalui berbagai chanel online maupun melalui marketplace. Dengan kapasitas dapur yang mumpuni untuk memenuhi permintaan pasar, manajemen optimis akan mampu menjaga pasar serta penjualan dan menjadi pilihan produk makanan yang praktis, mudah dan enak untuk keluarga.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.