perusahaan yang bergerak dibidang FnB yang berfokus pada kudapan dingin dengan produk gelato
Risiko Usaha:
• Risiko Ekspansi Usaha
Ekspansi bisnis yang kami lakukan tentu bertujuan untuk meningkatkan laba serta brand value dari Felice Gelato. Namun dibalik itu kami menyadari adanya risiko kegagalan termasuk di dalamnya termasuk kegagalan membaca market di lokasi yang baru. Namun, risiko ini kami anggap sebagai sebuah tantangan kedepannya. Dengan pemilihan lokasi yang sudah kami riset sebelumnya, pengalaman dan kesiapan personil yang kami miliki kami yakin mampu menembus pasar baru. Pemilihan lokasi baru kami di Area Rita Mall Purwokerto, CSB Mall Cirebon dan STS Purwakarta didasari atas pertimbangan daya beli masyarakat, traffic jumlah pengunjung, usia dan kebiasaan customer mall.
• Risiko Persaingan Usaha
Munculnya kompetitor dengan konsep dan sajian sejenis yang melihat market gelato tentu tidak dapat dihindari. Dalam dunia kuliner persaingan usaha merupakan sesuatu yang sangat lumrah terjadi. Kekuatan brand yang didukung oleh pemilihan lokasi yang tepat, dan kreasi sajian yang mengutamakan kualitas dan marketing yang baik merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi customer untuk melakukan pilihan pembelian. Hal tersebut telah disadari oleh management Felice Gelato sejak awal berdiri, management terus terus berupaya untuk menjaga dan meningkatkan brand value untuk memenangkan persaingan usaha.
• Risiko Kelangsungan Usaha
Mengingat outlet eksisting dan rencana pembukaan outlet baru menggunakan mekanisme sewa. Maka terdapat risiko kelangsungan usaha jika masa sewa telah berakhir. Untuk meminimalisir risiko tersebut, perusahaan berkomitmen melakukan pencadangan biaya sewa setiap bulannya sehingga diharapkan tidak terlalu mempengaruhi cashflow dari perusahaan pada saat jatuh tempo sewa. Selain itu, perusahaan juga berupaya untuk menjalin kerjasama dengan pemilik sewa di Mall dan berkomitmen untuk mempersiapkan plan B atau alternatif tempat usaha lain untuk mengantisipasi jika sewa tempat eksisting tidak dapat diperpanjang.
• Risiko Force Majeure
Keadaan Force Majeure yang terjadi saat ini adalah pandemi Covid-19 yang bukan hanya dihadapi di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Sedikit banyak hal ini berpengaruh ke perusahaan dan perekonomian secara umum. Himbauan Pemerintah untuk social distancing menyebabkan pengunjung pusat perbelanjaan dan Mall menurun. Namun dalam kondisi ini, outlet kami masih diuntungkan dengan tidak adanya penutupan Mall karena berada di pusat perbelanjaan meskipun mengalami penurunan penjualan hingga 30%. Harapan kami kedepannya, kondisi normal kembali tercapai dalam 2 bulan kedepan.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.