PT Indonesia Berkah Kulina perusahaan yang bergerak di bidang FnB khususnya menyediakan menu ayam geprek
Risiko Usaha:
• Risiko Ekspansi Usaha
Ekspansi bisnis yang kami lakukan tentu bertujuan untuk meningkatkan keuntungan serta brand value dari Ayam Geprek Mang Soetta. Namun dibalik itu kami menyadari adanya risiko kegagalan termasuk di dalamnya kegagalan membaca market di lokasi yang baru. Namun risiko ini kami anggap sebagai sebuah tantangan kedepannya. Dengan pemilihan lokasi yang sudah kami riset sebelumnya, pengalaman bisnis, dan kesiapan personil yang kami miliki saat ini, kami yakin mampu menembus pasar baru. Pemilihan 3 lokasi outlet baru kami didasari atas pertimbangan daya beli masyarakat, lokasi yang cukup strategis, dan jumlah traffic kendaraan yang melintasi sepanjang jalan lokasi tersebut yang cukup tinggi.
• Risiko Persaingan Usaha
Saat ini mulai banyak bermunculan mini resto ayam geprek baru dengan konsep yang semakin beragam. Oleh karena itu, setiap beberapa periode kami terus melakukan riset / analisa dan melakukan pengembangan berupa pembaharuan menu makanan untuk memberikan pilihan menu yang bervariasi bagi pelanggan kami. Hal ini kami lakukan agar pelanggan kami tidak bosan dengan pilihan menu makanan yang sudah ada. Selain itu kami juga selalu menjaga kualitas pelayanan dan memberikan promo harga khusus di periode tertentu untuk menarik minat pelanggan. Strategi ini sangat penting untuk dilakukan agar posisi kami berada beberapa langkah lebih maju dari kompetitor lainnya.
• Risiko Kelangsungan Usaha
Risiko dari keberlangsungan usaha ini terdapat pada kegiatan usaha kami yang mana lahan outlet eksisting kami di Banjarbaru Gresik menggunakan sistem bagi hasil dengan pemilik lahan berkisar 40% dari keuntungan dan juga melihat dari performa penjualan atau sekitar Rp 6 juta hingga Rp 10 juta per bulan. Akan tetapi perjanjian sistem bagi hasil tersebut hanya berlaku dari bulan Januari 2020 hingga Desember 2020 dan setelahnya akan berlaku sistem sewa lahan dengan kisaran Rp 160 juta untuk masa sewa 2 tahun dan budget tersebut sudah dialokasikan pada TPC. Opsi yang dapat kami tawarkan ke pemilik lahan diantaranya melakukan penambahan masa sewa lahan, dan opsi terakhir adalah mempersiapkan lokasi baru yang strategis ketika opsi penambahan masa sewa lahan tidak dapat berjalan sesuai rencana
• Risiko Force Majeure
Keadaan force majeure yang terjadi saat ini adalah pandemi Covid-19 yang bukan hanya dihadapi di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Sedikit banyak hal ini berpengaruh ke perusahaan dan perekonomian secara umum. Himbauan Pemerintah untuk social distancing menyebabkan pengunjung resto menurun karena aturan yang melarang dine in dan hanya melayani take away. Strategi yang telah kami lakukan yaitu dengan meningkatkan promo harga penjualan online GoFood dan GrabFood dan strategi tersebut terbukti berhasil di masa pandemi saat ini. Hal ini lah yang menjadikan kami tetap optimis untuk melanjutkan strategi tersebut dan berencana ekspansi untuk 3 outlet baru serta mempersiapkan pengembangan aplikasi pesan online milik sendiri sehingga akan meningkatkan brand awareness.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.