PT. Tahooe Pranata Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang F&B dengan produk legendarisnya yakni kembang tahu dan juga beberapa produk unik lainnya seperti kue ikan khas Jepang, Taiyaki. Saat ini perusahaan sedang fokus berekspansi dengan misi memberikan pelayanan terbaik dan produk tradisional kepada masyarakat Indonesia.
Risiko Usaha:
• Risiko Histori Penurunan Penjualan
Pada periode Pandemi Covid-19 (April-Juni 2020), PT. Tahooe Pranata Indonesia melakukan penyesuaian pembukaan outlet dengan menutup sementara 2 Outlet (Pluit Village dan Transmart) mengikuti regulasi Mall terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Atas hal tersebut, pendapatan perusahaan hanya ditopang oleh 1 Outlet eksisting (The Hok) yang juga mengalami penurunan signifikan. Secara histori, perusahaan mengalami kerugian di periode April-Juni 2020. Namun secara keseluruhan di Tahun 2020 membukukan keuntungan. Mulai di periode Juli 2020, perusahaan telah melakukan operasional secara normal kembali dengan membuka seluruh outletnya (3 Outlet), dengan pendapatan hingga Juli hingga tanggal 22 Juli 2020 sebesar Rp. 52.570.000,-.
• Risiko Persaingan Usaha
Bisnis Food and Beverage terutama makanan dan minuman dengan produk subtitusi soya yakni kopi kekinian , mulai dari skala lokal hingga nasional membuat persaingan usaha di bidang ini menjadi cukup ketat. Risiko tersebut diminimalisir perusahaan dengan menciptakan cita rasa yang khas tradisional dengan kembang tahu menjadi produk andalan. Perusahaan juga memiliki strategi untuk mencari lokasi outlet yang mudah dijangkau oleh pasar milenial dan pecinta gaya hidup sehat.
• Risiko Kelangsungan Usaha
Risiko kelangsungan usaha tentunya lazim untuk usaha kuliner yang berdiri di atas lokasi sewa. Untuk meminimalisir risiko tersebut, kami berkomitmen untuk melakukan pencadangan biaya sewa sehingga atas pembebanan beban sewa ke depan tidak mempengaruhi cash flow perusahaan pada saat jatuh tempo. Perusahaan juga berkomitmen untuk mempersiapkan alternatif tempat usaha lain untuk mengantisipasi jika sewa tempat eksisting tidak dapat diperpanjang atau jika outlet yang telah dibuka tidak mendapat tanggapan yang positif dari customer.
• Risiko Ekspansi Usaha
Ekspansi bisnis yang kami tawarkan kepada investor merupakan business plan dari Tahooe Indonesia yang sudah kita rencanakan sejak Januari tahun 2020. Tentu rencana ini merupakan bagian dari tujuan kami untuk meningkatkan value perusahaan baik dari brand, revenue maupun kebermanfaatan bagi sekitar. Untuk lokasi usaha baru di kota Jambi, management telah menyiapkan untuk menyewa bangunan di daerah ramai yaitu di jalan Ir H. Juanda, Simpang III Sipin, menggunakan konsep cafe yang nyaman. Begitu juga di kota Palembang dan Jakarta yang berlokasi di Palembang Indah Mall dan Greenlake City kami harapkan mampu menjaring segmen pasar yang kami tuju.
• Risiko Kenaikan Bahan Baku
Bahan baku usaha sejenis ini secara menyeluruh merupakan komponen biaya terbesar dalam penjualan tidak terkecuali di Tahooe dan Ladybee. Hal tersebut menyebabkan adanya sensitifitas terhadap kenaikan harga bahan baku khususnya harga topping import. Atas risiko tersebut, perusahaan tidak hanya bergantung pada supplier tunggal, sehingga memiliki kemampuan tawar tinggi. Sebagai langkah kedepan mengantisipasi supply dan kebutuhan bahan baku topping dan filling, perusahaan memiliki strategi untuk melakukan menggunakan topping dan filling subtitusi buatan lokal.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.