• Pra Penawaran Saham

    24-07-2020

  • Penawaran Saham

    24-07-2020

  • Pendanaan Terpenuhi

    27-07-2020

  • Penyerahan Dana

    30-07-2020

  • Pembagian Dividen

    02-03-2021


Saham Tersisa
0,00%
Dalam Lembar
0 Lembar
Total Rupiah
Rp 0
Saham Terjual
100%
Dalam Lembar
11.000.000 Lembar
Dalam Rupiah
Rp1.100.000.000
Investor
550
Harga Saham
Rp100
Total Saham
0 Lembar
Total Saham (Rp)
Rp0
Kode Saham
TAHO
Sisa Waktu
0 Hari
Periode Deviden
6 Bulan
PT. Tahooe Pranata Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang F&B dengan produk legendarisnya yakni kembang tahu dan juga beberapa produk unik lainnya seperti kue ikan khas Jepang, Taiyaki. Saat ini perusahaan sedang fokus berekspansi dengan misi memberikan pelayanan terbaik dan produk tradisional kepada masyarakat Indonesia.

 

Risiko Usaha:

• Risiko Histori Penurunan Penjualan
Pada periode Pandemi Covid-19 (April-Juni 2020), PT. Tahooe Pranata Indonesia melakukan penyesuaian pembukaan outlet dengan menutup sementara 2 Outlet (Pluit Village dan Transmart) mengikuti regulasi Mall terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Atas hal tersebut, pendapatan perusahaan hanya ditopang oleh 1 Outlet eksisting (The Hok) yang juga mengalami penurunan signifikan. Secara histori, perusahaan mengalami kerugian di periode April-Juni 2020. Namun secara keseluruhan di Tahun 2020 membukukan keuntungan. Mulai di periode Juli 2020, perusahaan telah melakukan operasional secara normal kembali dengan membuka seluruh outletnya (3 Outlet), dengan pendapatan hingga Juli hingga tanggal 22 Juli 2020 sebesar Rp. 52.570.000,-.
• Risiko Persaingan Usaha
Bisnis Food and Beverage terutama makanan dan minuman dengan produk subtitusi soya yakni kopi kekinian , mulai dari skala lokal hingga nasional membuat persaingan usaha di bidang ini menjadi cukup ketat. Risiko tersebut diminimalisir perusahaan dengan menciptakan cita rasa yang khas tradisional dengan kembang tahu menjadi produk andalan. Perusahaan juga memiliki strategi untuk mencari lokasi outlet yang mudah dijangkau oleh pasar milenial dan pecinta gaya hidup sehat.
• Risiko Kelangsungan Usaha
Risiko kelangsungan usaha tentunya lazim untuk usaha kuliner yang berdiri di atas lokasi sewa. Untuk meminimalisir risiko tersebut, kami berkomitmen untuk melakukan pencadangan biaya sewa sehingga atas pembebanan beban sewa ke depan tidak mempengaruhi cash flow perusahaan pada saat jatuh tempo. Perusahaan juga berkomitmen untuk mempersiapkan alternatif tempat usaha lain untuk mengantisipasi jika sewa tempat eksisting tidak dapat diperpanjang atau jika outlet yang telah dibuka tidak mendapat tanggapan yang positif dari customer.
• Risiko Ekspansi Usaha
Ekspansi bisnis yang kami tawarkan kepada investor merupakan business plan dari Tahooe Indonesia yang sudah kita rencanakan sejak Januari tahun 2020. Tentu rencana ini merupakan bagian dari tujuan kami untuk meningkatkan value perusahaan baik dari brand, revenue maupun kebermanfaatan bagi sekitar. Untuk lokasi usaha baru di kota Jambi, management telah menyiapkan untuk menyewa bangunan di daerah ramai yaitu di jalan Ir H. Juanda, Simpang III Sipin, menggunakan konsep cafe yang nyaman. Begitu juga di kota Palembang dan Jakarta yang berlokasi di Palembang Indah Mall dan Greenlake City kami harapkan mampu menjaring segmen pasar yang kami tuju.
• Risiko Kenaikan Bahan Baku
Bahan baku usaha sejenis ini secara menyeluruh merupakan komponen biaya terbesar dalam penjualan tidak terkecuali di Tahooe dan Ladybee. Hal tersebut menyebabkan adanya sensitifitas terhadap kenaikan harga bahan baku khususnya harga topping import. Atas risiko tersebut, perusahaan tidak hanya bergantung pada supplier tunggal, sehingga memiliki kemampuan tawar tinggi. Sebagai langkah kedepan mengantisipasi supply dan kebutuhan bahan baku topping dan filling, perusahaan memiliki strategi untuk melakukan menggunakan topping dan filling subtitusi buatan lokal.
 

 

Risiko Kerugian Investasi

Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak terkumpulnya dana investasi selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak menghasilkan keuntungan sesuai dengan yang diharapkan

 

Risiko Kekurangan Likuiditas

Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan tidak terdaftar di bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini berarti ada kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.

 

Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham

Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara secara periodik. Namun, kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis yang diinvestasikan tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham karena bertambahnya total saham yang beredar atau ditawarkan.

 

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk mencegah hal tersebut terjadi.

Instagram
Facebook
Website
Pembagian Deviden

Pembagian Deviden Tahap 1 - 02 Mar 2021

Rp27.994.712

Pembagian Deviden Tahap 2 - 17 Mar 2021

Rp3.110.523