Risiko Usaha:
• Risiko Sustainability
Kalis Donuts baru memulai aktivitas operasionalnya di Juli 2019 dan melakukan pencatatan keuangannya di periode Oktober 2019. Keberlanjutan bisnis ini secara umum belum teruji dalam rentang waktu yang cukup matang. Namun, didukung dengan pengalaman kami sebagai owner di bidang branding, marketing dan communication, kami memiliki keyakinan untuk menumbuhkan Kalis Donuts dan menjadikan Brand ini semakin kuat di pasar. Untuk mengimbangi gap yang ada, khususnya dalam proses produksi dan pengembangan produk, kami melengkapi personel Kalis dengan SDM yang telah berpengalaman di bidang pengolahan makanan dan kuliner. Secara historis, kami tekankan kembali, bahwa perjalanan historis usaha ini < 2 Tahun.
• Risiko Persaingan Usaha
Salah satu risiko bisnis F&B khususnya bakery yaitu jenuhnya customer dengan cake atau roti yang itu itu saja. Di kasus ini, Kalis dengan produk donutnya. Persaingan dari sisi brand, lokasi, sajian menu, kenyamanan tempat, fasilitas, hingga program diskon merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi customer untuk melakukan pilihan pembelian. Selama berdiri sejak tahun 2019, kami terus konsisten untuk melakukan pembaruan menu variant variant baru beserta menjaga konsistensi kualitas di setiap menunya. Kami juga memiliki strategi untuk terus melakukan market research terkait lokasi outlet yang mudah dijangkau oleh pasar baik secara offline maupun online.
• Risiko Kelangsungan Usaha
Risiko kelangsungan usaha tentunya lazim untuk usaha kuliner yang berdiri di atas tanah sewa. Lokasi usaha eksisting kami melakukan kerjasama dengan waktu selama 3 (tiga) tahun dan kami telah berkomitmen untuk melakukan pencadangan biaya sewa atas usaha eksisting. Atas rencana lokasi usaha baru kami, kami berkomitmen untuk melakukan pencadangan biaya sewa serupa sehingga atas pembebanan beban sewa kedepan tidak mempengaruhi cash flow perusahaan pada saat jatuh tempo. Perusahaan juga berkomitmen untuk mempersiapkan alternatif tempat usaha lain untuk mengantisipasi jika sewa tempat eksisting tidak dapat diperpanjang
• Risiko Ekspansi Usaha
Ekspansi bisnis yang kami tawarkan kepada investor merupakan business plan dari Kalis Donuts yang sudah kita rencanakan sejak Januari tahun 2020. Tentu rencana ini merupakan bagian dari tujuan kami untuk meningkatkan value perusahaan baik dari brand, revenue maupun kebermanfaatan bagi sekitar. Namun, kami sadar bahwa di setiap eksekusi business plan tidak terkecuali pada rencana ekspansi terdapat resiko yang mengikuti. Adanya risiko kegagalan termasuk di dalamnya kegagalan membaca market di lokasi yang baru. Risiko ini erat kaitannya dengan pemilihan lokasi untuk cabang baru. Dengan riset pasar dan pemetaan pesaing di daerah baru yang telah kami lakukan salah satunya melalui uji coba pre-order yang kami lakukan selama masa pandemi.
Untuk lokasi usaha baru di kota Semarang, management telah mempersiapkan area penjualan, produksi dan kantor di daerah padat. Selain itu, strategi kami adalah dengan melakukan kerjasama dengan salah satu Coffee Shop untuk memperkuat customer dine-in kami. Begitu pula untuk pembukaan outlet baru di kota Pekanbaru di daerah Jl. Thamrin kami bekerja sama dengan Coffee Shop. Selain penjualan langsung melalui outlet kami, penguatan konsep dine-in dan kerjasama dengan coffee shop, cafe dan instansi setempat menjadi strategi kami untuk meningkatkan revenue di setiap kota.
• Risiko Kenaikan Harga Bahan Baku
Bahan baku merupakan komponen biaya terbesar dalam penjualan di Kalis Donuts. Hal tersebut menyebabkan adanya sensitifitas terhadap kenaikan harga bahan baku khususnya harga pokok seperti tepung, telur dan gula. Atas risiko tersebut, Kalis Donuts telah bekerjasama dengan beberapa supplier sehingga dapat melakukan perbandingan harga. Selain itu pemilihan lokasi outlet baru kami di Pekanbaru dan Semarang juga telah mempertimbangkan ketersediaan bahan baku di luar tepung premix yang akan kami buat di Central Kitchen. Sehingga dengan strategi ini, risiko kenaikan dan kelangkaan bahan baku dapat diminimalisir.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.