Risiko Usaha:
• Risiko Persaingan Usaha
Salah satu risiko bisnis Barbershop adalah tingginya persaingan pasar karena market pasar yang cukup luas dimulai dari tukang cukur dengan ongkos murah hingga barbershop eksklusif. Persaingan dari sisi brand, lokasi, kualitas barberman, kenyamanan tempat, fasilitas, hingga program diskon merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi customer untuk melakukan pilihan pembelian. Selama berdiri sejak tahun 2015, kami terus konsisten untuk melakukan perubahan mengikuti perkembangan kebutuhan dan keinginan masyarakat khususnya masyarakat Jakarta. Dengan mengusung konsep eksklusif Barbershop dengan Barcode Barbershop memiliki pangsa pasar yang spesifik dan loyal untuk pekerja baik kantoran ataupun pengusaha serta komunitas dan umum.
• Risiko Turnover Tenaga Ahli
Peran Barberman dalam industri Barbershop sangatlah diandalkan, karena mereka menjadi tulang punggung perusahaan dalam menjaga kualitas pelayanan dan pemenuhan kebutuhan pelanggan. Terjadinya turnover tenaga ahli tentunya akan berpengaruh pada performance usaha. Saat ini tenaga barberman yang dimiliki oleh perusahaan memiliki loyalitas dan komitmen yang cukup baik, hal ini dibuktikan dengan masa kerja yang dilalui lebih dari 1 tahun. Adapun upaya perusahaan untuk mengantisipasi risiko turnover tenaga barberman ini yaitu dengan memberikan komisi dan reward yang sesuai serta dengan melakukan upaya kaderisasi sehingga sistem manajerial dapat berjalan
• Risiko Kelangsungan Usaha
Risiko kelangsungan usaha tentunya lazim untuk usaha Barbershop yang berdiri di atas tanah sewa. Lokasi usaha eksisting kami merupakan milik keluarga owner sehingga kelangsungan usaha sangat terjamin. Untuk lokasi usaha baru, management telah menyiapkan untuk menyewa ruko yang berlokasi di Jakarta Barat dengan potensi bisnis dan komunitas yang cukup tinggi. Atas aset tersebut mekanisme sewa dibayarkan dengan konsep sewa dibayar dimuka selama 3 tahun kedepan. Dengan pembayaran sewa dibayar dimuka selama 3 tahun kedepan kami sudah meminimalisir resiko kelangsungan usaha 3 tahun mendatang dan bisa mengendalikan harga sewa agar tidak naik setiap tahun.
• Risiko Ekspansi Usaha
Ekspansi bisnis yang kami tawarkan kepada investor merupakan business plan dari Barcode Barbershop yang sudah kami rencanakan sejak tahun 2018. Tentu rencana ini merupakan bagian dari tujuan kami untuk meningkatkan value perusahaan baik dari brand, revenue maupun kebermanfaatan bagi sekitar. Namun, kami sadar bahwa di setiap eksekusi business plan tidak terkecuali pada rencana ekspansi terdapat resiko yang mengikuti. Adanya risiko kegagalan termasuk di dalamnya kegagalan membaca market di lokasi yang baru. Risiko ini erat kaitannya dengan pemilihan lokasi untuk cabang baru. Dengan riset pasar dan pemetaan pesaing di daerah baru yang telah kami lakukan sesuai dengan segmen pasar bisnis menengah keatas dan komunitas yang kami bidik, kami yakin mampu menembus pasar baru.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.