Melihat peluang bisnis besi dan baja di kawasan semarang atas, Ibu Rosmiyati memberanikan diri untuk menggeluti usaha penjualan besi dan baja. Dengan pengalaman latar belakang bisnis yang cukup panjang dan bervariatif, beliau membuka ROsteel cabang cemara bersama dengan suaminya. Sepanjang tahun 2018, Rosteel mulai menunjukkan peningkatan yang cukup baik dari sisi sales dan customer base. Keberhasilan memenuhi permintaan order besi dan baja di kawasan semarang atas membuat Ibu Rosmiyati memutuskan untuk membuka cabang kedua yang berlokasi di Meteseh, Semarang. Saat ini, Rosteel mampu melayani permintaan baik dari developer, toko bangunan, toko las dan end user secara langsung dengan ratarata omset sepanjang 2020 sebesar 700 juta/bulan.
Risiko Usaha:
• Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku
Naik turunnya harga besi dan baja di dalam negeri, seringkali terkoreksi atas pergerakan kurs. Semakin nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan, maka harga besi akan terkoreksi naik. Sampai saat ini material bahan baku industri besi dan baja di dalam negeri sebagian besar harus impor, “Artinya, harga bahan baku rentan terhadap perubahan nilai tukar”. Namun, dalam periode 1-2 Tahun ke belakang, harga besi kami rasakan cukup stabil dengan fluktuasi +/- sebesar 1-2%. Pergerakan harga di atas tidak terlalu banyak mengkoreksi margin kami secara keseluruhan, mengingat dalam beberapa periodikal kami melakukan penyesuaian harga apabila terdapat kenaikan harga pembelian.
• Risiko Kelangsungan Usaha
Terdapat risiko keberlangsungan usaha ketika masa sewa berakhir, hal ini mengingat lokasi cabang yang dimiliki menggunakan mekanisme sewa. Dalam kontrak perjanjian sewa yang kami lakukan, jangka waktunya adalah 10 tahun, dengan pembayaran per 5 tahun dan opsi pembelian lahan setelah 5 tahun tersebut Untuk mengamankan cash flow perusahaan terkait pembayaran termin sewa, kami berkomitmen untuk melakukan penyisihan atau pencadangan biaya sewa kedepannya setiap bulan.
• Risiko Ketersediaan Barang dan Kualitas
Pengelolaan persediaan barang yang baik serta terjaminnya kualitas barang yang diperdagangkan merupakan faktor sukses kontinuitas bisnis toko besi. Persediaan yang tidak lengkap, kualitas barang yang rusak/kualitasnya tidak dijaga akan menyebabkan pelanggan berpindah ke toko lain. Apabila hal ini terus terjadi akan mengakibatkan penurunan penjualan. Penerapan inventory management yang baik akan mengurangi resiko barang terlalu lama disimpan. Dengan sistem yang kami gunakan didapatkan informasi akurat jenis barang dengan inventory turnover yang tinggi dan rendah. Dengan informasi inventory tersebut pengaturan pembelian barang dagangan kami lakukan dengan profesional dan terukur sehingga stok barang tidak menumpuk.
Quality Control selalu kami lakukan pada saat proses penerimaan barang dagangan dari suplier, sehingga menjamin kualitas barang yang kami jual. Untuk menghindari kekosongan barang dagangan kami sudah mempunyai beberapa pilihan suplier dengan jaminan suplai dan barang yang berkualitas. Sehingga pasokan barang dagangan di kami tidak tergantung pada 1 atau 2 suplier.
• Risiko Persaingan Usaha
Persaingan usaha tentunya merupakan hal yang akan terjadi di bisnis apapun termasuk dalam bisnis Toko Besi. Namun dari sekian banyak bisnis yang berjalan pada akhirnya akan “terseleksi oleh alam”, hanya bisnis yang memiliki komitmen dan strategi mumpuni yang mampu bertahan. Dari sisi kami, ROSTeel selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan menyediakan layanan konsep toko One Stop Shopping dengan lokasi toko dan cabang yang mudah dijangkau, cepat dalam pengiriman dan kualitas besi terjamin dengan harga yang bersaing.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.