Jaya Farm Poultry merupakan perusahaan di bidang peternakan ayam broiler / ayam pedaging
Risiko Usaha:
• Risiko Mortalitas Ternak
Secara historis, tingkat mortalitas ayam Jaya Farma Poultry cukup stabil sekitar 5%-6% dalam satu siklus. Risiko penyakit dan kematian ini dapat ditekan dengan pemberian vitamin & vaksin secara berkala. Untuk mencegah masuknya penyakit, perusahaan akan menerapkan biosecurity system di dalam area kandang. Sistem ini berfungsi sebagai sterilisasi guna mencegah penyebaran penyakit yang terjadi dan menular dari unggas ke manusia atau sebaliknya dari manusia ke unggas. Kedepannya salah satu langkah mitigasi risiko mortalitas adalah dengan kandang pembuatan kandang close house. Kandang closed house sendiri merupakan sistem kandang yang mampu mengeluarkan kelebihan panas, uap air dan gas-gas berbahaya (CO,CO2,NH3) di dalam kandang sehingga meminimalisir terjadinya kematian pada ayam.
• Risiko Fluktuasi Harga Ayam
Terjadinya naik turun harga ayam dikarenakan penyesuaian mekanisme pasar antara supply dan demand. Penurunan harga yang signifikan disebabkan lemahnya pengawasan dan kontrol pemerintah atas harga komoditas. Terjadinya over supply ayam dapat menyebabkan harga ayam anjlok, terakhir terjadi pada triwulan III 2019 dimana harga menyentuh hingga level terendah di Rp. 8.000/kg. Risiko ini telah diantisipasi oleh perusahaan dengan cara melakukan kerjasama pola plasma-inti dengan penetapan harga jual di awal kontrak. Penetapan harga jual melindungi perusahaan dari fluktuasi harga pasar ayam
• Risiko Keberlanjutan Kontrak
Dengan pola kemitraan plasma-inti, pemutusan kontrak dari perusahaan inti dapat menyebabkan perusahaan kehilangan pasar. Adapun atas hal tersebut, solusi yang dilakukan adalah menjaga kualitas ternak dengan menyediakan kandang yang baik dan hubungan baik dengan perusahaan buyer utama kami yaitu PT. Brantas Abadi Sentosa. Keberadaan kandang closed house dengan teknologi canggih dan ramah lingkungan kami proyeksikan mampu menarik perusahaan inti. Namun perusahaan juga telah membuat mitigasi risiko apabila risiko tersebut terjadi, yaitu akan bekerjasama dengan perusahaan inti lainnya, mengingat kapasitas manajemen dalam menjalin relasi cukup baik.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.