Smart Kandang adalah usaha peternakan ayam broiler berbasis teknologi yang mulai kami jalankan sejak tahun 2019 dimulai dengan 1 kandang dengan populasi 12.000 ekor ayam. Saat ini, peternakan kami telah berjalan dengan 2 kandang berkapasitas 22.000 ekor ayam yang berlokasi di Blega, Bangkalan, Madura.
Visi kami dalam pengembangan peternakan berbasis teknologi adalah untuk menciptakan cara baru beternak ayam broiler yang terjangkau, aman dan menguntungkan. Kami memulai riset teknologi ini sejak tahun 2017 sebelum akhirnya mendapatkan formula yang tepat dari sisi teknologi dan manajemen.
Pemilihan lokasi peternakan di daerah Madura selain dikarenakan area tersebut merupakan kawasan peternakan ayam (jauh dari pemukiman), juga memiliki posisi yang sangat strategis karena terletak dikawasan industri breeding farm, seperti ; Japfa, Charoen Phokphand, dll.
Risiko Usaha:
• Risiko Penyakit dan Mortalitas Ternak
Smart Kandang telah bekerjasama mitra yang memiliki tim ahli dan tim dokter hewan sehingga kesehatan hewan dapat terpantau. Secara Historis, tingkat mortalitas ayam Smart Kandang cukup stabil sekitar 2%-3% dalam satu siklus. Resiko penyakit dan kematian ini dapat ditekan dengan pemberian vitamin dan perawatan rutin secara terjadwal. Selain itu, Resiko ini diminimalisir perusahaan dengan menyiapkan mesin pemanas dan pendingin untuk menjaga suhu kandang sesuai kebutuhan pertumbuhan ayam. Disamping itu dalam kontrak yang dilakukan dengan mitra saat ini, kematian ayam secara massal juga sudah ditanggung oleh asuransi yang disediakan mitra Smart Kandang.
• Risiko Fluktuasi Harga Ayam
Terjadinya naik turun harga ayam dikarenakan penyesuaian mekanisme pasar antara supply dan demand. Sebagai contoh, di periode bulan Maret (masa awal corona) harga ayam sempat menyentuh level terendah hingga Rp. 8.000/kg. Hal tersebut disebabkan lemahnya pengawasan dan kontrol pemerintah atas harga komoditas. Resiko ini telah diantisipasi oleh perusahaan dengan cara melakukan kerjasama pola plasma-inti dengan penetapan harga fix jual di awal kontrak. Penetapan harga jual melindungi Smart Kandang dari fluktuasi harga pasar ayam.
• Risiko Pemutusan Kontrak
Dengan pola kemitraan plasma-inti, pemutusan kontrak dari perusahaan inti dapat menyebabkan perusahaan kehilangan pasar. Adapun atas hal tersebut solusi yang dilakukan adalah menjaga kualitas ternak dengan menyediakan kandang yang baik dan hubungan baik dengan perusahaan buyer. Selain bekerja sama dengan mitra eksisting, perusahaan juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan inti lainnya. Dengan telah terjalinnya hubungan dengan perusahaan inti lain, perusahaan memiliki pilihan perusahaan inti yang paling menguntungkan.
• Risiko Force Majeure
Resiko terjadinya keadaan sangat luar biasa bisa saja terjadi dan mengganggu keberlangsungan bisnis seperti krisis ekonomi, virus, kebakaran, bencana alam dsb. Smart Kandang telah memitigasi resiko tersebut dengan menyebar total populasi ternak ke 4 kandang berbeda di 2 lokasi berbeda untuk kepentingan diversifikasi resiko. Harapannya dengan 2 lokasi yang berbeda dapat menyebarkan risiko force majeure yang kemungkinan terjadi kedepannya.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.