Syarief Durian berdiri sejak tahun 2014 dengan skala kecil rumahan di Medan. Di tahun 2017 dengan melihat respon positif masyarakat mengenai durian, Syarif Durian memutuskan untuk berekspansi ke pulau Jawa yang memiliki pangsa pasar yang lebih besar.
Pembukaan warehouse baru di Pulau Jawa dimulai di tahun 2017 di Depok dan di tahun 2018 di Tangerang. Hal ini meningkatkan rantai pendistribusian SDI khususnya untuk menjangkau area distribusi Jawa.
Jaringan distribusi yang yang kami bentuk untuk menjaga dan meningkatkan pangsa pasar yaitu dengan jaringan Business to Business (B2B) dan Business to Customer (B2C).
Syarif Durian Indonesia telah bekerjasama dengan beberapa brand besar seperti Lae Durian, Bau Duren, KPK (Kamu Pasti Kembali), King Durian, Dapur Mpok Duren, Kebab Durian Becek, Saung Duren.
Risiko Usaha:
• Risiko Keterbatasan Suply
Pada saat durian tidak musim harga cenderung mengalami kenaikan akibat adanya keterbatasan buah durian yang beredar. Dengan ini Manajemen Syarif Durian telah memiliki sistem stock bahan baku maupun bahan setengah jadi yang disimpan dalam penyimpanan cold storage yang dapat bertahan hingga satu tahun. Tentunya hal ini akan berdampak pada biaya belanja/COGS agar produk yang dijual dapat tetap kompetitif dan supply chain tetap terjaga dengan baik . Selain itu, untuk menjaga kontinuitas stock durian, manajemen Syarif Durian telah berkerjasama dengan banyak petani durian di Sumatera Utara yang siap untuk mensupport kebutuhan stock setiap periode.
• Risiko Barang Rusak
Dengan pengalaman Manajemen Syarif Durian di bidang frozen durian yang sudah lebih dari 6 tahun, kita sudah mampu mempelajari mengenai resiko kerusakan barang dan mitigasi atas resiko tersebut. Team Quality Control Manajemen Syarif Durian dan Supply sudah cukup terlatih dalam pengecekan semua produk frozen durian yang kami produksi dan akan dipasarkan. Manajemen Syarif Durian juga membuat manajemen resiko Supply di mana produk dari produksi hingga pengiriman ke konsumen bisa berjalanan dengan baik dan diterima dengan aman sampai ke tangan customer . Disamping itu Manajemen Syarif Durian juga melakukan kontrak dengan ekspedisi dengan asuransi, sehingga jika terjadi kerusahakan produk, manajemen akan melakukan claim.
• Risiko Persaingan Usaha
Syarief Durian telah beroperasi dan berpengalaman sejak tahun 2014 di industri perdagangan durian. Selama lebih dari 6 tahun di bidang durian Frozen, tidak dipungkiri saat ini persaingan semakin ketat dengan bermunculannya pemain di bisnis ini dengan melihat peluang dan prospek kedepannya. Dengan strategi pemberian service berkualitas dan strategy marketing baik online maupun offline yang Syarif Durian lakukan saat ini, Manajemen Syarif Durian percaya bisa memenangkan pasar yang ada. Harapannya bahwa strategi ke depan dengan penerapan sistem marketing online yang mampu menjangkau customer lebih luas dan juga pelayanan offline dapat membuat para customer melakukan Repeat Order dan Loyal kepada Syarief Durian.
• Risiko Force Majure
Kondisi force majeure yang sedang dihadapi diseluruh dunia termasuk Indonesia adalah pandemik Covid-19. Secara history, SDI masih mampu berjalan dengan baik meskipun belum mencapai target yang direncanakan oleh management. Perusahaan masih dapat tumbuh dengan baik dimana penjualan saat ini ditopang oleh penjualan online sebesar 90%. Dengan penguatan penjualan online, Manajemen Syarif Durian akan terus menguatkan pemasaran Digital marketing. sehingga kedepan setelah kondisi new normal hingga normal manajemen Syarif Durian dapat memperluas jaringan retail melalui keagenan dan reseller offline.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.