Bermula dari industri rumahan di tahun 2012 dengan mesin dan alat kerja sederhana kami mendirikan perusahaan ini bersama teman dan saudara dengan 60 tenaga kerja,Dengan Konsep kerja konvensional bantu membantu terhadap seluruh kegiatan usaha
Kami memulai bisnis ini dengan pekerjaan menjahit batik,daster,seragam kantor yang berlangsung selama 2 tahun
Konsep ide pengembangan Surya Abadi Garmindo kami peroleh setelah ada tawaran pekerjaan dari buyer lokal yang terus berkelanjutan. Dari pekerjaan ini kami mulai mampu melakukan perkuatan modal kerja dan pembelian beberapa peralatan produksi sehingga bisa ada penambahan 1 unit kerja produksi.
Kunci utama dari bisnis garmen yang selalu kami pegang adalah “mutu produk & tepat waktu”. Sehingga SDM yang terampil, cepat dan akurat merupakan modal penting kami.
Risiko Usaha:
• Risiko Persaingan Usaha
Risiko persaingan usaha dalam industri garmen berkaitan langsung dengan pengendalian mutu produk dan pengelolaan delivery time. Kerjasama dan kesepakatan kerja yang sudah terjalin cukup lama dengan beberapa buyer merupakan hal penting yang kami pertahankan dan tingkatkan. Persaingan usaha sejenis memang tidak hanya datang dari pemain eksisting, namun juga dari pesaing baru dengan strategi bisnis dan peralatan yang lebih modern. Lokasi usahan, kontrak kerja jangka panjang, kualitas produk yang dihasilkan, serta SDM unggul merupakan beberapa faktor kekuatan PT. Surya Abadi Garmindo untuk survive dan terus bertahan menghadapi persaingan pasar. Selain itu dengan metode marketing melalui website maupun offline (word of mouth) tetap dijaga, agar produk-produk yang dihasilkan semakin dikenal dengan keunggulan sebagai produk yang memiliki kualitas, delivery tepat waktu dan harga yang bersaing.
• Risiko Turn Over SDM
Dalam membangun bisnis di industri garmen, SDM merupakan modal penting bagi kami untuk menjaga kualitas produksi. SDM kami dididik dan dibentuk perusahan dengan mekanisme training secara terjadwal. Dalam mengantisipasi turnover SDM, kami membangun training center yang bertujuan membentuk skill pekerja dan menciptakan nilai kekeluargaan di lingkungan kerja untuk mewujudkan loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan. Kami memberikan kesempatan bagi setiap SDM untuk mengembangkan potensi diri sehingga bisa memberikan ide kreatif dan berkarya untuk perusahaan, sejauh ini kami juga bekerjasama dengan Balai Diklat Indonesia, LPK di Jawa Tengah, serta SMK tata busana setempat untuk mensupplai tenaga kerja. Perusahaan juga berkomitmen untuk memberikan insentif yang sesuai dengan kebutuhan karyawan.
• Risiko Wanprestasi dan Penundaan Pembayaran
Customer Surya Abadi Garmindo merupakan perusahaan swasta yang bekerja sama dan berkontrak dengan perusahaan inti. Dimana atas hal tersebut terdapat resiko atas keterlambatan pembayaran. Keterlambatan pembayaran tersebut berpotensi menyebabkan terganggunya cash flow. Kebijakan manajemen dalam mengantisipasi risiko tersebut adalah dengan hanya melakukan hubungan kerjasama dengan pihak yang telah memiliki kontrak kerjasama dengan buyer utama dan perusahaan yang dinilai kredibel. Selain itu, perusahaan juga memberikan tempo pembayaran maksimal selama 45-60 hari. Kebijakan ini telah dilakukan oleh perusahaan sejak awal berdiri dan hingga saat ini mampu menjaga nilai piutang tetap tertagih dengan baik.
• Risiko Kelangsungan Usaha
Terdapat risiko kelangsungan usaha pada saat masa kontrak kerjasama dan sewa berakhir. Khusus untuk sewa, risiko tersebut diminimalisir dengan kerjasama kontrak jangka panjang selama 5 (lima) tahun. Manajemen berkomitmen untuk mengamankan setiap risiko dengan melakukan opsi perpanjang yang dinegosiasikan setiap 1 tahun sebelum masa kontrak berakhir. Untuk lokasi penambahan line baru, kami tidak memerlukan lahan baru, namun tetap berada di satu lokasi dengan eksisting.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.