“Chicken Crush” merupakan fusion food fried chicken yang telah hadir sejak Maret 2017. Kolaborasi makanan cepat saji internasional dan nasional dengan balutan konsep kontainer membuat added value “Chicken Crush” berbeda dengan konsep fried chicken lain. Menu yang disajikan dipreferensikan semua kalangan dengan menu utama ayam geprek. Customer dapat merasakan sensasi fried chicken khas western dengan sambal khas Indonesia dengan harga terjangkau. “Chicken Crush” juga selalu menekankan pada improve dan inovasi dari segala lini untuk mampu sustainable dalam roda industry secara global. “Chicken Crush” mempunyai slogan everyday chicken dengan harapan menjadi preferensi utama customer untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Risiko Usaha:
• Risiko Kenaikan Harga & Ketersediaan Bahan Baku Pokok (Ayam)
Risiko ini dapat diminimalisir perusahaan melalui kontrak jangka panjang dengan supplier ayam. Kontrak dilakukan dengan kesepakatan harga yang telah disepakati diawal (hedging), Adapun risiko ketersediaan bahan baku diatas telah diminimalisir oleh perusahaan dengan bekerjasama dengan lebih dari 1 supplier ayam.
• Risiko Kenaikan Harga Bahan Penunjang
Risiko ini diminimalisir melalui penguatan proses produksi bahan penunjang oleh internal perusahaan. Penguatan ini didukung dari ketersediaan central kitchen milik perusahaan. Disisi lain, untuk mendapatkan harga terbaik, perusahaan juga masih melakukan kerjasama dengan lebih dari 1 supplier.
• Risiko Kelangsungan Usaha
Mengingat outlet usaha Chicken Crush cabang Tamansiswa berstatus sewa, maka terdapat risiko jika jangka waktu sewa tempat usaha telah berakhir. Dalam hal ini, perusahaan memiliki komitmen untuk membuat kontrak sewa jangka panjang. Perusahaan juga telah mempersiapkan plan B yaitu mempersiapkan alternatif tempat usaha lain yang strategis untuk mengantisipasi jika sewa tempat existing tidak dapat diperpanjang.
• Risiko Persaingan Usaha
Ditengah ketatnya persaingan di bisnis ini, ancaman juga datang dari usaha tidak sejenis mengingat kondisi pasar yang mudah jenuh. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk dan terus berinovasi serta mengembangkan strategi pemasaran yang efektif guna menarik minat pembeli. Sehingga bisnis yang dijalankan long-lasting.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.