Bebek Buma (Bebek Bumbu Madura), didirikan pada tahun 2016 oleh Bpk Junaedi di Kotagede, Yogyakarta. Brand Bebek Buma ini merupakan grup usaha dari Mr. Teto Company yang sudah berpengalaman lebih dari 7 tahun di dunia kuliner khususnya di daerah Yogyakarta. Sajian utama yang ditawarkan berupa Bebek belur Madura dan Ayam Goreng khas dengan bumbu hitam yang kaya rasa. Kehadiran Bebek Buma ditujukan untuk menangkap potensi pasar pecinta kuliner bebek.
Risiko Usaha:
• Risiko Ketersediaan dan Fluktuasi Harga Bahan Baku
Harga bahan baku bebek dan ayam cukup fluktuatif. Hal ini pastinya berpengaruh terhadap bisnis kuliner yang menjual olahan bebek dan ayam tak terkecuali Bebek Buma. Saat ini perusahaan telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 1 supplier yang telah terpercaya sehingga perusahaan mendapatkan harga terbaik guna menjaga harga dan kontinuitas pasokan bahan baku.
• Risiko Persaingan Usaha
Saat ini telah banyak pedagang yang menjual olahan bebek goreng mulai dari warung tenda hingga kelas restoran. Banyaknya pebisnis yang menjalankan bisnis ini disebabkan cukup tingginya minat masyarakat akan sajian daging bebek khususnya di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Namun dari sekian pebisnis yang terjun dalam bisnis ini, hanya sedikit yang menjalankannya secara sustain. Disinilah letak kelebihan dari Bebek Buma.
Bermodalkan konsep usaha yang cukup profesional dan didukung lokasi usaha yang strategis, manajemen yang berpengalaman serta produk berciri khas bumbu Madura diharapkan mampu menjadi primadona restoran bebek atau mampu bersaing di tengah sengitnya bisnis kuliner makanan di Yogyakarta. Dalam hal distribusi pemasaran, selain didukung oleh aplikasi berbasis online, Bebek Buma juga telah memiliki armada pengiriman tersendiri untuk pemesanan yang dilakukan direct ke call center outlet Bebek Buma.
• Risiko Keberlangsungan Usaha
Atas risiko keberlangsungan usaha akibat masa sewa berakhir telah diminimalisir oleh perusahaan dengan melakukan pencadangan/penyisihan sebagian tiap bulannya sehingga ke depan diharapkan perusahaan tidak kesulitan cashflow dalam melakukan perpanjangan masa sewa tempat usaha. Adapun jika terdapat kekurangan atas pembayaran perpanjangan sewa maka perusahaan berkomitmen untuk melakukan back up dan kemudian beban akan di break down per bulan sesuai dengan jangka waktu sewa.
Sedangkan atas risiko penurunan omset akibat pindah tempat usaha diminimalisir dengan berupaya untuk melakukan kontrak sewa jangka panjang (lebih dari 1 tahun) dan terus memperkuat brand usaha sehingga apabila usaha pindah lokasi, pasar akan tetap mengikuti.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.