• Pra Penawaran Saham

    30-01-2020

  • Penawaran Saham

    31-01-2020

  • Pendanaan Terpenuhi

    19-02-2020

  • Penyerahan Dana

    26-02-2020

  • Pembagian Dividen


Saham Tersisa
0,00%
Dalam Lembar
0 Lembar
Total Rupiah
Rp 0
Saham Terjual
100%
Dalam Lembar
2.500 Lembar
Dalam Rupiah
Rp2.500.000.000
Investor
287
Harga Saham
Rp1.000.000
Total Saham
0 Lembar
Total Saham (Rp)
Rp0
Kode Saham
ADAF
Sisa Waktu
0 Hari
Periode Deviden
6 Bulan
PT. Adaf Safeer Indonesia (ASI) berdiri pada 2017 dimana sejak awal didirikan perusahaan yang bergerak secara agresif di bidang perdagangan amenities hotel dan kelengkapan dengan merk ADAF. Produk-produk amenities yang disupply oleh perusahaan meliputi shampoo, shower gel, sabun, dental kit, vanity kit, shaving kit, sandal, hotel packaging, perlengkapan kasur, dll. PT. ASI dalam menjalankan bisnisnya berkerja sama dengan berbagai macam entitas dalam industri hospitality seperti Grahawita Santika, Reddoorz, OYO Rooms. Selain itu, untuk menunjang produk produk amenities yang diproduksi, PT. ASI berkerja sama dengan Yangzhou Jetway Tourism Products CO, Ltd. dan Yangzou Sion Tourism Comodity, Co, Ltd., yang sudah berpengalaman dibidang supplier amenities hotel selama 19 tahun.

 

Risiko Usaha:

• Risiko Kenaikan Biaya Bahan Baku
Mengingat hasil review dokumen penawaran / quotation oleh buyer seringkali memiliki gap waktu, maka terdapat risiko selisih antara harga bahan baku yang terdapat pada variabel penawaran dengan kondisi saat ini. PT ASI memiliki kebijakan bahwa apabila selisih harga adalah sebesar minimal 10% dari harga sebelumnya, maka PT. ASI akan menginformasikan kepada buyer terkait penyesuaian harga tersebut. Batasan ini merupakan output dari perhitungan selisih harga yang dapat diterima oleh PT ASI.
• Risiko Kapasitas Produksi Terbatas
Untuk mendukung operasional perusahaan, PT ASI menggunakan jasa beberapa vendor terpilih sehingga pemenuhan permintaan oleh buyer dapat terjaga. Peningkatan produksi didalam lingkungan internal PT ASI, dilakukan dengan menambah pekerja harian. Peningkatan ini juga telah didukung kapasitas gudang penyimpanan yang memadai dan telah memiliki pengaturan jadwal pengiriman barang. Hingga saat ini gudang yang digunakan PT. ASI masih cukup luas untuk menampung persediaan dan penyimpanan barang jadi.
• Risiko Penjualan
PT ASI saat ini memiliki kontrak khusus dengan beberapa buyer ternama yaitu OYO, Santika, dll. Jangka waktu kontrak jual beli rata-rata selama 1-2 tahun dan dapat diperpanjang. Untuk meningkatkan penjualan, perusahaan terus berupaya untuk melakukan strategi yang efektif dalam rangka retensi terhadap buyer eksisting dan akuisisi buyer baru. Selain penjualan ke corporate, ke depan perusahaan juga akan melakukan penjualan ritel baik secara offline dan online sebagai strategi diversifikasi market dan persebaran risiko
• Risiko Pembayaran
Menurut data historis, tingkat pembayaran buyer existing PT. ASI saat ini rata-rata tidak melebihi jatuh temponya. Adapun untuk meminimalisir risiko pembayaran dari buyer, PT ASI terus melakukan perbaikan pada tata kelola administrasi perusahaan, termasuk tata kelola monitoring dan penanganan piutang perusahaan. Khususnya untuk penjualan segmen ritel, PT. ASI juga melakukan perluasan distribusi penjualan melalui marketplace. Selain karena potensi yang cukup besar, juga dikarenakan risiko keterlambatan pembayarannya sangat kecil.
• Risiko Perubahan Kurs
Sebelumnya, pembayaran PT. ASI ke vendor di luar (China) menggunakan mata uang US Dollar. Namun dalam 6 bulan terakhir, PT. ASI melakukan pembayaran menggunakan mata uang Renminbi (RMB), dimana risiko fluktuasi penukaran mata uang China terhadap rupiah tidak signifikan secara harian
• Risiko Penyitaan Barang/ Penindakan oleh Badan/ Instansi Terkait (BPOM)
PT. ASI telah memiliki ijin mengedarkan kosmetik (sabun / shampoo / liquid) dari BPOM terhadap item-item barang yg di-supply ke buyer. Untuk pasar ritel, PT. ASI telah memiliki ijin edar untuk pasta gigi dan liquid dengan merek Adaf.
 

 

Risiko Kerugian Investasi

Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak terkumpulnya dana investasi selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak menghasilkan keuntungan sesuai dengan yang diharapkan

 

Risiko Kekurangan Likuiditas

Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan tidak terdaftar di bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini berarti ada kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.

 

Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham

Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara secara periodik. Namun, kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis yang diinvestasikan tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham karena bertambahnya total saham yang beredar atau ditawarkan.

 

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk mencegah hal tersebut terjadi.

Instagram
Facebook
Website