PT. Adaf Safeer Indonesia (ASI) berdiri pada 2017 dimana sejak awal didirikan perusahaan yang bergerak secara agresif di bidang perdagangan amenities hotel dan kelengkapan dengan merk ADAF. Produk-produk amenities yang disupply oleh perusahaan meliputi shampoo, shower gel, sabun, dental kit, vanity kit, shaving kit, sandal, hotel packaging, perlengkapan kasur, dll. PT. ASI dalam menjalankan bisnisnya berkerja sama dengan berbagai macam entitas dalam industri hospitality seperti Grahawita Santika, Reddoorz, OYO Rooms. Selain itu, untuk menunjang produk produk amenities yang diproduksi, PT. ASI berkerja sama dengan Yangzhou Jetway Tourism Products CO, Ltd. dan Yangzou Sion Tourism Comodity, Co, Ltd., yang sudah berpengalaman dibidang supplier amenities hotel selama 19 tahun.
Risiko Usaha:
• Risiko Kenaikan Biaya Bahan Baku
Mengingat hasil review dokumen penawaran / quotation oleh buyer seringkali memiliki gap waktu, maka terdapat risiko selisih antara harga bahan baku yang terdapat pada variabel penawaran dengan kondisi saat ini. PT ASI memiliki kebijakan bahwa apabila selisih harga adalah sebesar minimal 10% dari harga sebelumnya, maka PT. ASI akan menginformasikan kepada buyer terkait penyesuaian harga tersebut. Batasan ini merupakan output dari perhitungan selisih harga yang dapat diterima oleh PT ASI.
• Risiko Kapasitas Produksi Terbatas
Untuk mendukung operasional perusahaan, PT ASI menggunakan jasa beberapa vendor terpilih sehingga pemenuhan permintaan oleh buyer dapat terjaga. Peningkatan produksi didalam lingkungan internal PT ASI, dilakukan dengan menambah pekerja harian. Peningkatan ini juga telah didukung kapasitas gudang penyimpanan yang memadai dan telah memiliki pengaturan jadwal pengiriman barang. Hingga saat ini gudang yang digunakan PT. ASI masih cukup luas untuk menampung persediaan dan penyimpanan barang jadi.
• Risiko Penjualan
PT ASI saat ini memiliki kontrak khusus dengan beberapa buyer ternama yaitu OYO, Santika, dll. Jangka waktu kontrak jual beli rata-rata selama 1-2 tahun dan dapat diperpanjang. Untuk meningkatkan penjualan, perusahaan terus berupaya untuk melakukan strategi yang efektif dalam rangka retensi terhadap buyer eksisting dan akuisisi buyer baru. Selain penjualan ke corporate, ke depan perusahaan juga akan melakukan penjualan ritel baik secara offline dan online sebagai strategi diversifikasi market dan persebaran risiko
• Risiko Pembayaran
Menurut data historis, tingkat pembayaran buyer existing PT. ASI saat ini rata-rata tidak melebihi jatuh temponya. Adapun untuk meminimalisir risiko pembayaran dari buyer, PT ASI terus melakukan perbaikan pada tata kelola administrasi perusahaan, termasuk tata kelola monitoring dan penanganan piutang perusahaan. Khususnya untuk penjualan segmen ritel, PT. ASI juga melakukan perluasan distribusi penjualan melalui marketplace. Selain karena potensi yang cukup besar, juga dikarenakan risiko keterlambatan pembayarannya sangat kecil.
• Risiko Perubahan Kurs
Sebelumnya, pembayaran PT. ASI ke vendor di luar (China) menggunakan mata uang US Dollar. Namun dalam 6 bulan terakhir, PT. ASI melakukan pembayaran menggunakan mata uang Renminbi (RMB), dimana risiko fluktuasi penukaran mata uang China terhadap rupiah tidak signifikan secara harian
• Risiko Penyitaan Barang/ Penindakan oleh Badan/ Instansi Terkait (BPOM)
PT. ASI telah memiliki ijin mengedarkan kosmetik (sabun / shampoo / liquid) dari BPOM terhadap item-item barang yg di-supply ke buyer. Untuk pasar ritel, PT. ASI telah memiliki ijin edar untuk pasta gigi dan liquid dengan merek Adaf.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.