Mr. Teto merupakan singkatan dari Sate dan Soto yang merupakan produk utama yang ditawarkan kepada customer. Usaha ini berdiri pada 1 April 2012 dengan inisiasi Bapak Junaidi yang telah memiliki pengalaman di dunia kuliner lebih dari > 7 tahun khususnya di daerah Yogyakarta. Perjalanan Mr. Teto berawal dari warung pertama di daerah Umbulharjo, dan berkembang saat ini menjadi 2 cabang. Bisnis Mr. Teto berkonsep restoran yang mengusung produk lokal untuk pasar global. Menu lokal ini sendiri telah disesuaikan dengan lidah umum masyarakat Indonesia. Selain melayani makan di tempat, Mr. Teto juga melayani delivery order melalui kendaraan operasional sendiri, serta penjualan berbasis online seperti; Go Food, Grab Food.
Risiko Usaha:
• Risiko Persaingan Usaha
Yogyakarta adalah ”surga”nya bisnis kuliner. Banyaknya pendatang karena potensi wisata yang tinggi serta banyaknya kampus ternamalah yang menjadi alasan. Tercatat banyak sekali bisnis kuliner makanan yang ada di Yogyakarta mulai dari makanan khas Yogyakarta sendiri maupun yang dari luar daerah. Di tengah ketatnya persaingan, Mr. Teto hadir untuk meramaikan bisnis kuliner makanan di Yogyakarta sejak tahun 2012. Berbagai tantangan dan ancaman bisnis telah dilewati oleh Mr. Teto namun perusahaan mampu melewatinya hingga usaha dapat bertahan dan berkembang seperti saat ini.
Dalam menghadapi risiko persaingan usaha, Mr. Teto selalu berkomitmen untuk selalu membuat sistem dan strategi bisnis yang efektif serta selalu berinovasi. Keunggulan lain yang dimiliki Mr. Teto adalah menu khas Madura yang berkualitas & variatif yaitu olahan Sate dan Soto, dimana 2 menu ini adalah menu yang sangat digemari banyak orang. Dalam hal distribusi pemasaran, selain didukung oleh aplikasi berbasis online, Mr.Teto juga telah memiliki armada pengiriman tersendiri untuk pemesanan yang dilakukan direct ke call center outlet Mr.Teto. Hal ini cukup efektif untuk meningkatkan kinerja usaha Mr. Teto.
• Risiko Ketersediaan dan Fluktuasi Harga Bahan Baku
Harga bahan baku usaha Mr. Teto yaitu daging ayam dan sapi sangat fluktuatif. Hal ini pastinya berpengaruh terhadap usaha Mr. Teto, saat ini perusahaan telah menjalin kerjasama dengan beberapa supplier yang telah terpercaya sehingga perusahaan mendapatkan harga terbaik guna menjaga harga dan kontinuitas pasokan bahan baku.
• Risiko Keberlangsungan Usaha
Atas risiko keberlangsungan usaha akibat masa sewa berakhir telah diminimalisir oleh perusahaan dengan melakukan pencadangan/penyisihan sebagian tiap bulannya sehingga ke depan diharapkan perusahaan tidak kesulitan cashflow dalam melakukan perpanjangan masa sewa tempat usaha. Adapun jika terdapat kekurangan atas pembayaran perpanjangan sewa maka perusahaan berkomitmen untuk melakukan back up dan kemudian beban akan di break down per bulan sesuai dengan jangka waktu sewa.
Sedangkan atas risiko penurunan omset akibat pindah tempat usaha diminimalisir dengan berupaya untuk melakukan kontrak sewa jangka panjang (lebih dari 1 tahun). Risiko penurunan omset akibat pindah tempat diproyeksikan tidak terlalu signifikan mengingat Mr. Teto telah memiliki pasar tersendiri dengan telah lamanya usaha berdiri.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.