Aromia Coffee didirkan oleh seorang pengusaha muda bernama Oktaviano Iklas Kautsar pada tahun 2016. Pada awal mulanya, brand Aromia Coffee tidak membayangkan bisnis Coffee Shop tumbuh dan dikenal oleh masyarakat di Kota Salatiga. Namun, dengan penetapan strategi marketing yang tepat, penguatan brand, peningkatan kualitas sajian, perbaikan kenyamanan ruangan, serta konsistensi dalam layanan, menjadikan Aromia Coffee menjadi salah satu Coffee Shop terfavorit. Konsep bisnis yang dikembangkan oleh PT. Harum Prasama Kopi (PT. HPK) adalah Coffee Shop, namun secara garis besar adalah bisnis F&B serta Roastery (Roasted Bean/kopi sangrai). Produk sajian kopi Aromia adalah Speciality Coffee yang memiliki beberapa varian unggulan, antara lain ; Single Origin kopi, Espresso based dan Milkbased kopi. Aromia sendiri juga menyediakan minuman non kopi, serta aneka makanan ringan dan berat untuk melengkapi menu sajian kepada pelanggannya.
Risiko Usaha:
• Risiko Persaingan Usaha
Salah satu risiko bisnis coffee shop adalah tingginya persaingan pasar. Persaingan dari sisi brand, lokasi, sajian menu, kenyamanan tempat, fasilitas, hingga program diskon merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi customer untuk melakukan pilihan pembelian. Persaingan tidak hanya datang dari pemain eksisting. Namun, juga dari pesaing baru dengan model bisnis kopi kekinian. Kemungkinan berdirinya coffee shop di sekitar lokasi usaha Aromia Coffee di masa depan, tentunya juga menjadi tantangan tersendiri, mengingat saat ini lokasi usaha sangat strategis di daerah kampus.
Dalam rangka meminimalisir risiko persaingan usaha. Perusahaan berkomitmen untuk membangun loyalitas pelanggan dengan cara memberikan pelayanan yang terbaik, menyediakan kopi dan sajian dengan rasa terbaik, menerapkan strategi pemasaran yang efektif dan menarik. Selain melakukan pemenuhan dan penguatan SDM, perusahaan juga terus melakukan inovasi. Perusahaan juga berusaha untuk menghadirkan konsep coffee shop yang sesuai dengan kebutuhan pasar, misalnya penyediaan space parkir yang luas, fasilitas working space dan fasilitas pendukung lainnya.
• Risiko Kelangsungan Usaha
Tempat usaha yang ditempati saat ini dan yang akan dibuka dengan mekanisme sewa. Namun risiko keberlangsungan usaha yang disebabkan tidak dapat diperpanjanganya masa sewa / pemindahan lokasi terbilang kecil dengan adanya hubungan keluarga antara pemilik usaha dengan pemilik tempat.
• Risiko Turnover Tenaga Ahli
Peran tenaga ahli (barista, roaster dan koki) dalam industri kedai kopi sangatlah diandalkan, karena mereka menjadi tulang punggung perusahaan dalam menjaga kualitas sajian menu dan layanan. Terjadinya turnover tenaga ahli tentunya akan berpengaruh pada performance usaha. Saat ini tenaga ahli yang dimiliki oleh perusahaan memiliki loyalitas dan komitmen yang cukup baik, hal ini dibuktikan dengan masa kerja yang dilalui lebih dari 1 tahun. Adapun upaya perusahaan untuk mengantisipasi risiko turnover tenaga ahli ini yaitu dengan memberikan komisi dan reward yang sesuai serta dengan melakukan upaya kaderisasi sehingga sistem back up dapat berjalan.
• Risiko Kenaikan Harga Bahan Baku
Tingginya permintaan di tengah ramainya pemain di bisnis kedai kopi menyebabkan harga biji kopi memiliki kecenderungan meningkat. Di sisi lain perusahaan perlu menjaga profit margin dan harga jual demi sustainable. Untuk mewujudkan hal tersebut perusahaan melakukan kerjasama dengan supplier lokal yang telah terpercaya agar mendapatkan harga yang relatif stabil dan menerapkan kebijakan buffer stock dalam mengantisipasi lonjakan harga khususnya di masa high season.
Risiko Kerugian Investasi
Setiap investasi memiliki tingkat risiko yang bervariasi, seperti tidak
terkumpulnya dana investasi
selama proses pengumpulan dana dan/atau proyek yang dijalankan tidak
menghasilkan keuntungan sesuai
dengan yang diharapkan
Risiko Kekurangan Likuiditas
Investasi memungkinkan tidak likuid karena efek bersifat ekuitas yang ditawarkan
tidak terdaftar di
bursa efek atau belum dilaksanakan perdagangan efek (pasar sekunder). Hal ini
berarti ada
kemungkinan tidak dapat dengan mudah menjual saham miliknya kepada pihak lain.
Risiko Kelangkaan Pembagian Dividen dan/atau Dilusi Kepemilikan Saham
Pemodal yang melakukan investasi Saham, memiliki hak untuk mendapat dividen
sesuai dengan jumlah
kepemilikan yang dimiliki yang dibagikan oleh Penerbit melalui Penyelenggara
secara periodik. Namun,
kelangkaan dalam pembagian dividen dimungkinkan terjadi karena kinerja bisnis
yang diinvestasikan
tidak berjalan sebagaimana mestinya serta berpotensi terdilusi kepemilikan saham
karena bertambahnya
total saham yang beredar atau ditawarkan.
Risiko Kegagalan Sistem Elektronik
Santara sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun
gangguan sistem
teknologi informasi dan kegagalan sistem mungkin saja tetap terjadi. Untuk
mencegah hal tersebut
terjadi.